Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta

Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta - Hallo sobat Jogja Android Blog, Pada Artikel yang sobat baca kali ini dengan judul Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Mudah-mudahan isi postingan Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta yang kami tulis ini dapat sobat Jogja Android Blog pahami. Baiklah, selamat membaca sambil menikmati kopi.

PIKIRAN RAKYAT - Warga negara AS saat ini terpaksa menghadapi fakta keras bahwa harga iPhone mungkin akan melambung sampai tiga kali lebih tinggi karena keputusan tariff baru yang diimplementasikan oleh mantan presiden Donald Trump.

Analis mengingatkan bahwa harga iPhone 16 Pro Max yang semula ditetapkan pada angka US$1.599 atau setara dengan sekitarRp25,5 juta dapat naik hingga menjadi US$2.300 (kira-kira Rp36,7 juta). Bahkan beberapa pihak berpendapat bahwa biaya tersebut mungkin akan meroket sampai US$3.500 (sekira-sekitar Rp59 juta) apabila penyesuaian harga dilakukan secara keseluruhan kepada pembeli.

Tarif yang Dikenakan oleh Trump, Penjualan Apple, serta Kenaikan Harga iPhone

Kebijakan Harga Terbaru: Trump mengenalkan lagi tarif tinggi pada barang impor dari Tiongkok, Vietnam, serta India. Barang-barang asal China — di mana kebanyakan iPhone dibuat — dikenakan tarif senilai 54%, sementara itu untuk Vietnam adalah 46% dan India 26%.

Pengaruh Secara langsung Terhadap Harga iPhone:

  • iPhone 16 standar: mulai dari 799 dolar AS (sekitar Rp12,7 juta) dapat meningkat hingga 1.142 dolar AS (kira-kira Rp18,2 juta).
  • iPhone 16e: dari harga awal 599 dolar AS (sekitar Rp9,5 juta) naik menjadi 856 dolar AS (kira-kira Rp13,7 juta).
  • iPhone 16 Pro Max dengan kapasitas penyimpanan 1TB dihargai mulai dari 1.599 dolar AS (setara Rp25,5 juta) dan dapat naik hingga 2.300 dolar AS (sekitar Rp36,7 juta), atau mungkin sampai ke angka prediksi sebesar 3.500 dolar AS (kira-kira Rp59 juta).

"Semua permasalahan tariff terkait China sangat bertolak belakang dengan harapan kita bahwa merek Amerika seperti Apple akan menerima perlakuan istimewa layaknya dulu," ungkap Barton Crockett, analis dari Rosenblatt Securities.

Pertarungan Apple: Apakah Harus Mengambil Untung Atau Justru Membebani Pengguna?

Apel memiliki opsi untuk mengabsorbsi sebagian biaya tersebut atau mentransfer keseluruhan kepada konsumen. Bila ditransfer seluruhnya, harga iPhone perlu meningkat 30-43% berdasarkan analisis Neil Shah dari Counterpoint Research.

"Matematika singkatnya, kami tunjukkan hal ini dapat 'menyusahkan' Apple dengan kerugian potensial mencapai 40 miliar dolar AS (setara Rp674 triliun)," ungkap Crockett.

Pelanggan Mulai Berpaling

Banyak konsumen di platform-media sosial memulai kampanye untuk menghindari pembelian iPhone. Ucapan-ucapan semacam "Sampai jumpa iPhone, selamat datang Samsung" kian sering terdengar.

Sebagian orang menganggap iPhone saat ini hanyalah "fasilitas mewah yang tidak diperlukan."

"Pemakai produk Apple bakal merasakan betul bagaimana rasanya inflasi," tulis seorang user di platform X (sebelumnya dikenali sebagai Twitter).

Situasi Pasar dan Tanggapan Apple

  • Saham Apple jatuh 9,3% minggu lalu, mengalami kerugian $311 miliar AS (setara dengan Rp5,2 triliun) dari kapitalisasi pasarnya -- merupakan penurunan paling signifikan sejak Maret 2020.
  • Apple belum memberikan respons resmi mengenai peningkatan harga yang diharapkan tersebut.
  • Sejumlah produksi sudah dipindahkan ke Vietnam dan India; meskipun demikian, kedua negara itu pun turut merasakan dampak dari tarif-tarif tersebut.

"Meskipun produksinya dipindah ke Amerika Serikat, biayanya mungkin akan meningkat menjadi sepuluh kali lebih tinggi," kata analis TechInsights, Wayne Lam.

Biaya yang Memicu Krisis Global

  • Kebijakan tarif Trump tidak hanya menimpa Apple, tetapi juga menyulut ketidakstabilan di pasar global.
  • Indeks saham di Eropa serta Asia mengalami penurunan yang signifikan — FTSE 100 Inggris, DAX Jerman, dan CAC 40 Prancis secara bersamaan anjlok melebihi 5%.

Kebijakan tariff "Pelepasan Bebas" milik Donald Trump memiliki efek signifikan terhadap Apple serta para pelanggan. Bila Apple mengalihkan beban tambahan tersebut kepada pembeli, maka harga iPhone dapat melonjak hingga ke puncak tertingginya. Sebaliknya, jika permintaannya tetap datar dan mendapat kritikan dari pemakainya, hal itu mungkin akan semakin merugikan posisinya dalam persaingan dunia internasional.

"Memukau memikirkan Trump menghancurkan simbol-simbol Amerika seperti Apple... Namun hal itu tampaknya sungguh mungkin," ujar Barton Crockett, demikian dilansir. Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.***

Demikian Artikel dengan judul Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta

Mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk sobat Jogja Android Blog semua. Baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Sobat Jogja Android Blog sekarang membaca artikel Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta dengan alamat link https://jogjandroidz.blogspot.com/2025/04/warga-as-kecewa-tarif-trump-bikin-harga.html

0 Response to "Warga AS Kecewa: Tarif Trump Bikin Harga iPhone Melonjak hingga 3 Kali Lipat menjadi Rp59 Juta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Artikel Terkait